• gambar
  • gambar

Selamat Datang di Website SEKOLAH DASAR NEGERI 53 BANDA ACEH. Terima Kasih Kunjungannya

Pencarian

Kontak Kami


SEKOLAH DASAR NEGERI 53 BANDA ACEH

NPSN : 10105441

Jln.Angsa Lr Sayed Husaini Desa Lueng Bata Kecamatan Lueng Bata


sdnegeri53bandaaceh@gmail.com

TLP : 085222798046


          

Banner

Jajak Pendapat

Bagaimana pendapat anda mengenai web sekolah kami ?
Sangat bagus
Bagus
Kurang Bagus
  Lihat

Statistik


Total Hits : 66059
Pengunjung : 36423
Hari ini : 19
Hits hari ini : 24
Member Online : 0
IP : 216.73.216.1
Proxy : -
Browser : Gecko Mozilla

Status Member

POTRET ADIWIYATA SD NEGERI 53 BANDA ACEH




A.  PROGRAM ADIWIYATA

Program Adiwiyata adalah salah satu program Kementerian Negara Lingkungan Hidup dalam rangka mendorong terciptanya pengetahuan dan kesadaran warga sekolah dalam mendorong terciptanya pengetahuan dan kesadaran warga sekolah dalam upaya pelestarian lingkungan hidup.

 

Tujuan adiwiyata adalah menciptakan kondisi yang baik bagi sekolah untuk menjadi tempat pembelajaran dan penyadaran warga sekolah, sehingga di kemudian hari warga sekolah tersebut dapat turut bertanggung jawab dalam upaya-upaya penyelamatan lingkungan hidup dan pembangunan berkelanjutan.

Program Adiwiyata di SD Negeri 53 Banda Aceh meliputi:

  1. Piket Adiwiyata meliputi piket kelas, piket operasi bersih, piket laboratorium, piket kompos, dll.
  2. Pemilahan sampah memanfaatkan tempat kaleng cat bekas yang dicat berwarna warni sesuai jenis sampah
  3. Pembudidayaan TOGA dan pembuatan green house
  4. Penerapan kawasan bebas asap rokok
  5. Pengelolaan sampah
  6. Pengintegrasian isu lingkungan dalam beberapa mata pelajaran
  7. Lomba pemilahan sampah antar kelas
  8. Budaya hidup sehat

B.  TEMPAT PEMILAHAN SAMPAH

Tempat pemilahan sampah adalah wadah/ tempat meletakkan sampah sesuai dengan jenis sampah yang telah ditentukan, antara lain:

    1. Sampah Organik (Warna HIJAU)

        Contoh : Daun-daunan baik kering maupun basah, tumbuh-tumbuhan, bunga layu, kulit buah-buahan, kayu, dll

    2. Sampah Anorganik (Warna BIRU)

        Contoh : Kertas baik polos maupun bekas, kertas minyak, tisu, kardus, dll

    3. Sampah Plastik (Warna ORANGE)

        Contoh : Plastik, bungkus permen, kerupuk, snack atau makanan lain, isolasi, pulpen bekas, botol plastik dll

    4. Sampah sisa makanan baik kering maupun basah (Berupa Lubang Biopori)

    5. Lubang Resapan Air

C.   PEMBUATAN KOMPOS

Kompos atau humus adalah sisa-sisa makhluk hidup yang telah mengalami pelapukan, bentuknya sudah seperti tanah dan tidak berbau.

  1. Proses pembuatan kompos
  • Persiapan :
  1. Ember plastik yang diberi lubang yang ditancapkan pipa pada lubang dan pipa diberi kawar kassa (komposter)
  2. Bahan baku : sampah basah organik hijau yang mudah larut (rumput hijau, daun-daunan hijau, dll) serta sampah organik coklat (serbuk gergaji, sekam, daun kering).
  • Pelaksanaan
  1. Cincang dan iris-iris kecil-kecil sampah basah organik dan masukkan ke dalam komposter
  2. Campurkan sampah hijau dengan sampah coklat
  3. Tambahkan kompos yang sudah jadi atau lapisan tanah atas lalu diaduk
  4. Sirami dengan air sedikit demi sedikit untuk menjaga kelembaban
  5. Tambahkan larutan EM4 (Effective Microorganism)/ Molase (Limbah Kecap)/ Larutan Gula Merah/ Gula Putih untuk mempercepat pengomposan
  6. Aduk sampah setiap tiga hari untuk memasukkan okseigen dan menurunkan panas. Jika tampak kering, basahi lagi dengan air.
  7. Pengomposan telah selesai jika campuran menjadi kehitaman dan tidak berbau sampah.

Catatan : pembuatan kompos dapat dilakukan selapis demi selapis. Misalnya setiap dua hari ditambah sampah yang baru (sampah hijau + sampah coklat)

     2. Kriteria Kompos Bermutu

  • Tidak menimbulkan efek yang merugikan bagi pertumbuhan tanaman
  • Sampah yang sudah matang mempunyai suhu yang sama dengan suhu air tanah
  • Berwarna hitam dan dan bertekstur
  • Berbau tanah
  • Tidak mengandung bahan pengotor (logam, gelas, karet, plastik) dan pencemar (logam berat, pestisida)

     3. Efek yang ditimbulkan oleh kompos yang tidak matang adalah akan menghambat pertumbuhan tanaman dan karena terjadinya persaingan nutrisi antara tanaman dengan mikroorganisme.

 



Share This Post To :




Kembali ke Atas


Berita Lainnya :




Silahkan Isi Komentar dari tulisan berita diatas :

Nama :

E-mail :

Komentar :

          

Kode :

 

Komentar :


   Kembali ke Atas